Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Titus Tandi Seno , Ni...
Jurnal

Analisa Gangguan Teknis Pada Kwh Meter Prabayar 1 Phasa Guna Menjaga Kualitas Pelayanan Pelanggan di PT PLN (PERSERO) ULP Jayapura

<div>&nbsp;Abstrak PT PLN (Persero) adalah perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan dengan fungsi melayani semua masyarakat di seluruh Indonesia, berusaha melakukan upaya peningkatan kualitas layanan terbaik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Bentuk pelayanan listrik kepada masyarakat saat ini ada 2 yaitu layanan listrik pascabayar dan layanan listrik prabayar. Untuk mengetahui apakah pelayanan telah diberikan kepada syarakat sudah optimal maka perlu dianalisis penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa. Sering ditemukan gangguan pada kWh Meter Prabayar (MPB) dikarenakan kWh meter prabayar cenderung lebih sensitif dan mudah rusak. Penelitian ini dilakukan mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa dengan lokasi PT PLN (Persero) ULP Jayapura. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lokasi yang merupakan data berbentuk angka. Hasil yang diperoleh jumlah pengaduan gangguan terbanyak terjadi di tahun 2022 sebesar 3283 gangguan, tahun 2023 sebesar 1962 gangguan dan tahun 2021 sebesar 1341 gangguan.Merek kWH meter yang sering rusak adalah Hexing 2117 buah dari total 6586 pengaduan, disusul merek Sanxing sejumlah 2083 buah, merek Actaris sebanyak 760 buah, merek Metbelosa sejumlah 756 buah, merek Meisys sejumlah 358 buah, merek Itron sebesar 349 buah dan terakhir merek Fuji sebesar 163 buah. Solusi untuk mengatasi kerusakan adalah dengan mengganti kWh yang rusak. Kata kunci: Gangguan, Meter Prabayar 1 Phasa, PT PLN (Persero)&nbsp;</div>

Ansar Yona Putra, Repr...
Jurnal

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK KOMPRESOR ANGIN DAN ALAT PEMANAS PADA PRES BAN

<div>&nbsp;Abstrak: Penggunaan energi terbarukan merupakan solusi dalam menjawab tantangan krisis energi yang terjadi. Salah satu energi terbarukan yang ada yaitu dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpa. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor usaha menengah seperti bengkel. Penelitian dengan judul “Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Kompresor Angin dan Alat Pemanas Pada Pres Ban”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Library research dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan penelitian serta mengutip pendapat para ahli dari buku- buku bacaan. Perancangan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah berfungsi dengan baik, dengan menggunakan panel surya 2 x 100 Wp, SCC 30 A, Aki 12 volt 100 AH dan inverter 1200 watt. Instalasi peralatan pembangkit listrik tenaga surya untuk kompresor angin dan alat pemanas pres ban telah dirangkai dan berhasil dengan baik. Pengujian kompresor membutuhkan arus rata-rata 0,76 A dan Tegangan 220 V dengan waktu 3 menit sedangkan untuk pres ban arus yang digunakan rata-rata 0,31 dan tegangan 220 V dengan waktu 5 menit. Besarnya tegangan dan arus yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari dan juga posisi panel. Kata Kunci: Panel Surya, Kompresor, Press Ban&nbsp;</div>

Irto Parorrongan, Nobe...
Jurnal

Perencanaan Sistem Kelistrikan Gedung C Universitas Kristen Indonesia

<div>&nbsp;Abstrak Perancangan sistem kelistrikan menjadi elemen krusial dalam konstruksi gedung untuk memastikan efisiensi, keandalan, dan keselamatan instalasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem instalasi listrik yang optimal untuk Gedung C Universitas Kristen Indonesia Paulus, yang difungsikan sebagai laboratorium OSCE, ruang konsultasi, dan ruang perkuliahan. Metode perancangan yang diterapkan meliputi survei lokasi, analisis dokumentasi teknis, wawancara, serta perhitungan analitis untuk kebutuhan daya dan pemilihan komponen yang mengacu pada standar PUIL dan SNI. Hasil rancangan menetapkan penggunaan kabel NYM 3×2,5 mm² sebagai penghantar utama dengan Kemampuan Hantar Arus (KHA) 26 A. Sistem proteksi menggunakan MCB dengan rating 4–16 A yang disesuaikan dengan arus nominal pada setiap grup beban. Panel distribusi dirancang dengan pembagian grup beban yang merata untuk mencegah arus berlebih dan meningkatkan efisiensi distribusi energi. Desain instalasi kelistrikan ini telah berhasil dirancang regulasi yang berlaku untuk mendukung operasional gedung yang aman dan optimal. Kata Kunci: daya, Instalasi, kabel, penerangan, PUIL&nbsp;</div>

Alvian Daud Sesa, Yuan...
Jurnal

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK PEMIPIL JAGUNG

<div>&nbsp;Abstrak: Pembangkit energi listrik umumnya berbahan bakar fosil yang persediaannya semakin menipis di alam, untuk itu digunakan energi baru terbarukan seperti energi matahari, angin dan sebagainya. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam bidang pembangkit listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya, membuat kemudahan dalam berbagai bidang khususnya sektor pertanian jagung. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan sinar matahari melalui PLTS untuk mesin pemipil jagung, Penelitian menggunakan metode experiment, meliputi analisa kebutuhan, merancang, merakit dan ujicoba. Penulis merancang dengan membuat kerangka untuk menempatkan semua komponen-komponen PLTS untuk disatukan dikerangka, kerangka alat memiliki tinggi tiang 2 m, lebar tempat panel surya 69 cm panjang 112 cm, dudukan panel box dengan lebar 50 cm tinggi 60 cm, panjang mesin pemipil 46 cm lebar 27 cm tinggi 60 cm. Panel surya dibutuhkan 2 buah masing masing 100 Wp dengan total kapasitas 200 Wp, 1 buah baterai/aki dengan total kapasitas 100 Ah, Solar Charger Controller (SCC) berkapasitas 30 A dan 1 buah motor AC dengan kapasitas 220 Volt 150 Watt. Pengukuran tegangan motor AC rata-rata 217,4 Volt dan arus rata-rata 0,62 Ampere. Hasil penelitian berhasil dibuat dan berfungsi dengan baik menghasilkan biji jagung terpipil merata, membutuhkan durasi waktu pemipilan selama 1 jam dengan hasil pipilan 100 kg.&nbsp;<br><br>&nbsp;Kata Kunci : PLTS, motor AC, Pemipil Jagung&nbsp;</div>

Frietz Chrismanto, Ni...
Jurnal

Perancangan dan Analisis Sistem Kendali Kecepatan Putar Motor DC dengan Pengendali Proposional

<div>&nbsp;Abstrak: Motor DC sering digunakan di berbagai industri. Kecepatan motor DC biasa mengalami stabil akibat gangguan baik dari luar maupun parameter yang diubah dari fabrikasinya sehingga perlu melalukan rancangan pengendali. Pengendalian dan monitoring kecepatan putar motor DC dalam sebuah sistem proses sangat penting perannya dalam implementasi di industri. Pengendali putaran motor DC dengan metode Proporsional merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan pengendalian Proporsional untuk melakukan pengendalian terhadap kecepatan motor DC, agar dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkan apabila diberi beban. Pada penelitian ini dilakukan perancangan pengendali kecepatan motor DC terkendali jangkar dengan metode pengendali Proporsional (𝐾𝑃) agar putaran motor DC terkendali jangkar tetap konstan ketika terbebani. Dari hasil perancangan dan simulasi dengan Matlab untuk fungsi alih sistem tanpa pengendali diperoleh sistem stabil dengan waktu 3,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 25 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,8 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 50 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,4 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 75 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,5 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi, untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 100 diperoleh sistem stabil dengan waktu 1,3 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi serta untuk fungsi alih sistem dengan pengendali proporsional untuk Kp = 125 diperoleh sistem stabil dengan waktu 2,2 detik dan tidak ada overshoot yang terjadi. Kata-kata Kunci: Motor DC terkendali jangkar, pengendali Proporsional, fungsi alih&nbsp;</div>

Charnia Iradat Rapa, E...
Jurnal

A Design And Build A Robot Vacuum Cleaner

<div>&nbsp;Abstract. In this paper design of the robot Vacum Cleaner, based on the Arduino Mega 2560 is the can walk and vacuum the floor. In this study, a microcontroller is used to regulate the work of the robot based on data obtained by six sensors, and the robot’s movement is driven by motor driver to the left and right, forward and backward, where the input is given through the keypad in the form of dust and garbage thisness, provided that if the dust thickness is (30mg )/(mm )3 then the LCD will display binary logic “1”, and if the Dust thickness is ≥0,30 mg/mm3then the data will be displayed on the LCD is binary logic “0”.In designing this robot, four ultrasonic sensors are needed as proximity sensors, also needed a sensor to detect the thickness of the dust,as well as an infrared sensor as a sensor to detect thick garbage. In testing the vacuum cleaner robot, the four ultrasonic sensors, S1,S2,S3,S4 are designed as the cardinal directions, north south,east west, as input data on the microcontroller, and two motor drivers as microcontroller outputs that can move forward and backward,forward turn left, forward turn right, backward turn left, backward turn right as an output to move the robot vacuum cleaner. When the vacuum cleaner robot moves, the dust sensor will detect dust, if the dust thickness is 0,30 mgmm3 , the LCD is logic “1”, the sensor will. Work and the vacuum cleaner will sweep the flour while sucking, if the dust thickness ≥30mgmm3 , infra red sensor will work with a logic LCD display logic “0”, then the motor driver will stop. The vacuum cleaner does not suck up dust or thick garbage. Keywords: Robot, Vacuum Cleaner, Arduino Mega 2560 Microcontroller, Sensor, motor driver&nbsp;</div>

Yeheschiel Bartin Mare...
Jurnal

PERLINDUNGAN PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA BERDASARKAN KONSEP NEGARA KEPULAUAN

<div>&nbsp;Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang dengan jumlah pulau terbesar di dunia dan memiliki kekayaan yang berlimpah, tak terkecuali yang terkandung dalam pulau-pulau terluarnya. Meskipun demikian, ternyata Pemerintah Indonesia belum sepenuhnya memberdayakan dan mengelola pulau-pulau terluar secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan pulau-pulau terluar Indonesia berdasarkan konsep negara kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode normatif yuridis dengan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pulau-pulau terluar di Indonesia telah mendapatkan pengakuan secara internasional berdasarkan United Nations Convention on The Law of the Sea 1982 melalui penggunaan garis pangkal lurus kepulauan. Perlindungan terhadap pulau-pulau terluar tersebut dilakukan dalam bentuk kebijakan negara melalui peraturan perundang-undangan dan berbagai tindakan pengelolaan. <br><br>Kata Kunci : Pulau-Pulau Terluar; Negara Kepulauan&nbsp;</div>

Andi Arfan Sahabuddin
Jurnal

KONSEP PERADILAN SENGKETA PEMILIHAN KEPALA DAERAH

<div>&nbsp;Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 97/PUU-XI/2013 menyatakan bahwa penanganan sengketa Pemilihan Kepada Daerah tidak lagi menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi. Hal ini membawa konskuensi, di mana sengketa Pemilihan Kepala Daerah akan ditangani melalui Badan Peradilan Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep peradilan sengketa Pemilihan Kepada Daerah. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Badan Peradilan Khusus untuk menangani sengekta Pilkada menjadi suatu keharusan karena hal tersebut merupakan amanat Undang-Undang. Agar penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah dapat dilakukan dengan efektif, maka Badan Peradilan Khusus tersebut sebaiknya berada di bawah Peradilan Tata Usaha Negara.&nbsp; <br><br>Kata Kunci : Sengketa Pemilihan Kepala Daerah; Badan Peradilan Khusus&nbsp;</div>

Agus Salim, Elfran Bi...
Jurnal

PERSIDANGAN ELEKTRONIK (E-LITIGASI) PADA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

<div>&nbsp;Peradilan Tata Usaha Negara sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman mempunyai tugas dan wewenang untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara (TUN). Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, praktik peradilan dalam lingkup Mahkamah Agung RI mengimplementasikan penggunaan aplikasi e-court Mahkamah Agung RI. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan mengenai pelaksanaan E-Litigasi pada Peradilan Tata Usaha Negara, sekaligus menemukan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara serta perubahan-perubahannya dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Litigasi pada PTUN dilaksanakan secara menyeluruh, yaitu sejak tahap pendaftaran sampai pada saat pembacaan putusan hakim. Kendala yang masih dihadapi adalah terkait dengan tahapan pembuktian yang pada pelaksanaanya masih membutuhkan sidang konvensional, dan terbatasnya akses jaringan internet di beberapa daerah di Indonesia. <br><br>Kata kunci : Persidangan Elektronik; Peradilan Tata Usaha Negara&nbsp;</div>