Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
<div> Abstrak Kunci keberhasilan transformasi suatu kota menjadi Smart City terletak pada penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang cerdas dan efisien. Hal ini yang mendorong kota Makassar terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai teknologi untuk mematangkan konsep Makassar Smart City. Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan adalah Augmented Reality (AR), yang menggabungkan dunia nyata dengan objek maya, namun membutuhkan jaringan yang tepat sesuai kebutuhan pengguna saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini membandingkan jaringan 4G dan 5G dalam implementasi teknologi AR Makassar Smart City dengan berfokus pada aspek dimensi Smart Society. Hasil analisis menggunakan metode Clustering K-Means menyatakan pengguna AR di kota Makassar terbagi atas tiga kelompok, yakni kelompok 1 sebanyak 29% yang memiliki tingkat kepuasan netral terhadap jaringan 4G dan 5G, kelompok 2 sebanyak 54% yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap jaringan 5G dibanding 4G, dan kelompok 3 sebanyak 17% yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap jaringan 4G dibandingkan jaringan 5G. Kata kunci: Teknologi 4G, Teknologi 5G, Augmented Reality, Clustering K-Means, Makassar Smart City. </div>
<div> Abstract. Wind is a renewable energy source that is abundant and can be used for areas that have not been reached by electricity. Wind power plants can be used to meet household-scale electricity needs. The purpose of this study is to design, test, and analyze wind power plants as an alternative power source for home lighting. This research method uses a horizontal type wind turbine that has 3 blades, a three-phase AC permanent magnet generator type wind turbine that can generate electricity up to 300-310 Watts. The results of the wind turbine design have worked well. Testing the voltage and current from the controller to the battery produces the highest voltage of 14 Volts, with a current of 1.38 Ampere at a wind speed of 4.1 m/s. The higher the wind speed, the higher the voltage and current. The magnitude of the DC and AC voltages is determined by the wind speed and also when it is loaded<br><br>Keywords: Wind energy, wind speed </div>
<div> Abstract The aim of this research is to design the stability of the system by tuning the root locus method for the Direct Current Motor Speed Controlled Anchor. The process is carried out by modeling a DC motor into a mathematical equation so that the transfer function is obtained and then simulated using Matlab with the root locus method. The results of the simulation obtained the value of pole (P1)= -10 , pole (P2)= -2, the asymptote intersection point with the real axis 6 and the break away points of the Root Locus leaving the real axis 6. By looking at the root locus system where the roots of the transfer function are located, all poles are to the left of the imaginary axis and it is stated that the system is stable. <br>Keywords: Control of direct current motor speed, Root Locus. </div>
<div> Abstract The development of technology in the industrial world 4.0 is very fast, in particular it can be seen in the rapidly growing remote control system, the use of applications via the network is increasing, and so on. Remote control such as the use of Arduino with an internet network that can be used as a tool to provide information and receive information so that the industry can save in terms of time, employees and other operational costs. This paper aims to utilize Arduino as a tool in controlling electric motor starting which is operated via bylink. The results showed that by utilizing Arduino which was controlled from Bylink via a smartphone, it was able to operate an electric motor starting with a direct on line circuit, a wye-delta circuit and a sequential motor circuit. <br><br>Keywords: Arduino, electric motor starting </div>
<div> Abstract. In this paper design of the robot Vacum Cleaner, based on the Arduino Mega 2560 is the can walk and vacuum the floor. In this study, a microcontroller is used to regulate the work of the robot based on data obtained by six sensors, and the robot’s movement is driven by motor driver to the left and right, forward and backward, where the input is given through the keypad in the form of dust and garbage thisness, provided that if the dust thickness is (30mg )/(mm )3 then the LCD will display binary logic “1”, and if the Dust thickness is ≥0,30 mg/mm3then the data will be displayed on the LCD is binary logic “0”.In designing this robot, four ultrasonic sensors are needed as proximity sensors, also needed a sensor to detect the thickness of the dust,as well as an infrared sensor as a sensor to detect thick garbage. In testing the vacuum cleaner robot, the four ultrasonic sensors, S1,S2,S3,S4 are designed as the cardinal directions, north south,east west, as input data on the microcontroller, and two motor drivers as microcontroller outputs that can move forward and backward,forward turn left, forward turn right, backward turn left, backward turn right as an output to move the robot vacuum cleaner. When the vacuum cleaner robot moves, the dust sensor will detect dust, if the dust thickness is 0,30 mgmm3 , the LCD is logic “1”, the sensor will. Work and the vacuum cleaner will sweep the flour while sucking, if the dust thickness ≥30mgmm3 , infra red sensor will work with a logic LCD display logic “0”, then the motor driver will stop. The vacuum cleaner does not suck up dust or thick garbage.<br><br> Keywords: Robot, Vacuum Cleaner, Arduino Mega 2560 Microcontroller, Sensor, motor driver </div>
<div> Abstrak Pengukuran level air merupakan aspek krusial dalam manajemen sistem reservoir, namun keakuratannya sering dibatasi oleh sensor yang memerlukan kontak fisik dengan cairan, penelitian ini berfokus pada perancangan dan pengujian sistem deteksi level air otomatis di reservoir menggunakan sensor Omron 61F-G1-AP Water Level Control (WLC), proses pengujian melibatkan pemantauan laju aliran air dengan meteran air mekanis tipe AMBN, hasil percobaan selama tiga hari menunjukkan bahwa pengisian reservoir dengan sistem WLC mencapai volume rata-rata 2,1 m³ dalam waktu rata-rata 2.400 detik, sebaliknya, pengisian manual tanpa WLC mencapai volume 2,4 m³ dalam waktu rata-rata 2.888 detik, perbedaan signifikan dalam waktu pengisian diamati, menghasilkan perbedaan laju aliran (Q) antara sistem dengan WLC dan tanpa WLC sebesar 4,3 x 10−2 m³/detik. <br><br>Kata Kunci: debit, meteran, tandon, waktu,WLC </div>
<div> Abstrak Simulasi diawali dengan membangun model sistem nyata dimana model tersebut menunjukkan bagaimana beberapa komponen dalam sistem saling berinteraksi sehingga benar-benar menggambarkan perilaku sistem. Rangkaian RL, RC dan RLC adalah rangkaian yang dihubungkan secara seri. Tujuan dari penelitian ini yaitu menerapkan transformasi Laplace dalam menyelesaikan permasalahan rangkaian RL, RC dan RLC seri dengan analisis matematik dan dibandingkan dengan program Matlab. Metode penyelesaian yang digunakan adalah metode transformasi laplace dimana persaman diferensial dari domain waktu (t) diubah kedalam domain frekunesi (s) lalu menyelesaikan perhitungan aljabar menggunakan invers transformasi laplace untuk mendapatkan penyelesaian secara langsung dari persamaan differensial rangkaian listrik tersebut dan hasilnya dibandingkan dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil penyelesaian untuk rangkaian RL seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04 − 0,04e−18,52t A, untuk rangkaian RC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace hasilnya sama dengan program Matlab yaitu i(t) = 0,04e−1,67t A, dan untuk rangkaian RLC seri diperoleh secara analisis dengan transformasi Laplace maupun dengan program Matlab hasilnya sama yaitu i(t) = 0,05e−1,85t − 0,05e−16,67t A.<br><br> Kata Kunci: hukum Kirchoff II, Matlab, persamaan differensial, Rangkaian RLC seri, transformasi Laplace </div>
<div> Abstrak PT PLN (Persero) adalah perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan dengan fungsi melayani semua masyarakat di seluruh Indonesia, berusaha melakukan upaya peningkatan kualitas layanan terbaik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. Bentuk pelayanan listrik kepada masyarakat saat ini ada 2 yaitu layanan listrik pascabayar dan layanan listrik prabayar. Untuk mengetahui apakah pelayanan telah diberikan kepada syarakat sudah optimal maka perlu dianalisis penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa. Sering ditemukan gangguan pada kWh Meter Prabayar (MPB) dikarenakan kWh meter prabayar cenderung lebih sensitif dan mudah rusak. Penelitian ini dilakukan mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada kWh Meter Prabayar 1 Phasa dengan lokasi PT PLN (Persero) ULP Jayapura. Metode yang digunakan berupa pendekatan kuantitatif untuk mengolah data-data yang diperoleh dari lokasi yang merupakan data berbentuk angka. Hasil yang diperoleh jumlah pengaduan gangguan terbanyak terjadi di tahun 2022 sebesar 3283 gangguan, tahun 2023 sebesar 1962 gangguan dan tahun 2021 sebesar 1341 gangguan.Merek kWH meter yang sering rusak adalah Hexing 2117 buah dari total 6586 pengaduan, disusul merek Sanxing sejumlah 2083 buah, merek Actaris sebanyak 760 buah, merek Metbelosa sejumlah 756 buah, merek Meisys sejumlah 358 buah, merek Itron sebesar 349 buah dan terakhir merek Fuji sebesar 163 buah. Solusi untuk mengatasi kerusakan adalah dengan mengganti kWh yang rusak. <br><br>Kata kunci: Gangguan, Meter Prabayar 1 Phasa, PT PLN (Persero) </div>
<div> Abstrak Penyaluran energi listrik oleh PT PLN (Persero) harus memenuhi standar kualitas dan efisiensi guna menjaga keandalan layanan kepada pelanggan. Salah satu tantangan utama dalam jaringan distribusi tegangan rendah (JTR) adalah terjadinya jatuh tegangan pada ujung jaringan. Kondisi ini menyebabkan turunnya kualitas layanan dan meningkatnya keluhan pelanggan, khususnya pada Gardu AL016 di ULP Alas Sumbawa dengan tegangan ujung kurang dari 207 V. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya perbaikan tegangan ujung melalui dua metode utama, yaitu pengaturan ulang tap pada transformator distribusi dan pemasangan sistem grounding pada ujung jaringan. Data diperoleh dari pengukuran di lapangan sebelum dan sesudah perbaikan, serta melalui Aplikasi Manajemen Gardu (AMG) milik PT PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan ulang tap trafo dari posisi 3 ke posisi 4 berhasil meningkatkan tegangan fasa-netral dari rata-rata 214,33 V menjadi 224,67 V. Selanjutnya, pemasangan grounding pada ujung JTR dapat meningkatkan tegangan mencapai 231,33 V. Tegangan di ujung jaringan yang di bawah 207 V meningkat menjadi rata-rata 216,33 V, dan secara keseluruhan menghasilkan kenaikan tegangan rata-rata sebesar 7,37%. Kedua metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan efisiensi distribusi. <br>Kata Kunci: Grounding, Tap Trafo, Tegangan Jatuh, Tegangan Ujung </div>